BULAN
Bulan yang hamper setiap malam kita lihat
menggantung dilangit adalah satelit alami satu-satunya bumi . Bulan yang tampak
saat langit cerah bagaikan sebuah bola lampu yang bersinar terang pada malam
hari, apalagi bulan purnama ( bulan penuh).
Namun
cahaya terang bulan tersebut bukan berasal dari bulan itu sendiri, melainkan
dari sinar matahari. Jadi bulan hanya membagikan sinar matahari yang
diterimanya. Atau dengan kata lain Bulan memantulkan cahaya matahari, dan
pantulan cahaya itu sampai ke permukaan bumi.
Bulan tampak lebih besar dari benda lain karena
jaraknya lebih dekat dengan bumi.
·
Bulan itu berbentuk bulat dengan
diameter
kali diameter bumi.
·
Massanya =
massa bumi
·
Percepatan gravitasinya =
kali gravitasi bumi. Berarti di Bulan berat
benda lebih kecil
·
Bulan tidak memiliki angkasa atau
atmosfir/ lapisan udara. Dengan demikian di Bulan tidak bisa mendengar suara
Sebagai satelit alami bumi, maka bulan selalu
bergerak mengelilingi ( mengorbit bumi). Jadi bulan melakukan 3 gerakan sekaligus
yaitu :
a. Berputar
pada porosnya ( Rotasi)
Kala rotasi bulan sama dengan kala
revolusinya mengelilingi bulan, sehingga bagian permukaan Bulan yang menghadap
Bumi selalu sama. Misalnya permukaan Bulan yang tampak dari Jakarta, tidak
pernah dilihat oleh orang yang tinggal di Mesir.
b. Mengelilingi
Bumi
Bulan mengelilingi Bumi dengan satu
putaran ditempuh dalam waktu 29 hari 44 menit 3 detik. Waktu inilah yang kita
sebut dengan satu bulan. Selama berevolusi terhadap bumi, bentuk bulan tampak
berubah-ubah dilihat dari bumi karena posisi Matahari, Bumi dan Bulan yang
selalu berubah.
cKarena Bulan mengelilingi bumi, maka terjadilah fase-fase bulan dalam satu bulan.
Terjadinya gerhana bulan
Gerhana bulan terjadi ketika bumi berada diantara matahari dan bulan. Pada saat terjadi gerhana bulan tampak bagian pinggir bayangan bumi melengkung seperti membentuk lingkaran pada permukaan bulan.



